jump to navigation

Suara Hati

Virus Perasaan

Perih nan menggelembung dalam sukma

Tak tertahan lagi sampai menjalar ke kepala

Panas tubuhku tak terasa dari luar

Tubuh lemah ,lesu tak bergairah lagi

Masih terngiang dibenakku sebuah angan

Mengapa ragu dalam hidupku menggerogoti perasaan

Fenomena lucu sekaligus menyedihkan tak terbayangkan

Gejala sakit yang tak terobati oleh obat atau ramuan

Hidupku mungkin masih panjang

Dengan harapan semoga aku terbebas darinya

Sampai kapan aku harus menunggu dan menderita

Karena waktu takkan mau menunggu walau hanya sedetik

Perasaanku sering beda dengan kenyataan

Membuatku sakit parah dalam tubuh sehat dan bugar

Tak terbayangkan lagi apakah ada penyakit rasa

Senang, gembira ,tertawa terbalut dalam duka lara

Jepara ,24 Maret 2004

Oleh : Ahmad Sholihul

DIRI KU DAN PERASAANKU

Dag ,dig dug rasanya hatiku

Saat ku coba menelaah perasaan ku sendiri

Serasa aku dalam secawan cangkir tertuangkan

Mencari tempat dimana aku bisa bersandar

Hati ini bertanya dan perasaanku menjawab ini bukan tempatku

Tapi keadaan sudah manyatakan ini sebuah keputusan

Diriku dan perasaanku

Tempatku tuk manapaki kehidupan selanjutnya

Sudahku tenangkan perasaan dari sifat lemahku

Aku takut perasaan merapuhkan semangat dalam diri

Tak kuat berjuangan karena takut menghadapi kenyataan hidup

Memang , hanya orang bodohlah yang takut menerima kenyataan

Sedikit rintangan saja menggerutu tak karuan

Seakan lubang hidungku tertutupi gunung

Diriku dan perasaanku

Perasaan yang aneh , dan hanya aku yang tahu.

Oleh : Ahmad Sholihul

Ungaran 4 Agustus 2005

AWAL AKHIR PERJALANAN

Dari ujung barat aku mulai mengepakkan sayap hidup

Diatas bumi ini aku berpijak

Banyak ku jumpai fenomena menawan hati

Harapan dan janji hati dari seorang gembala kota

Awal perjalan ini sudah berat

Tak ada seorang pun mau ikut menanggungnya

Hanya diri dan seribu cahaya bintang

Tetap menerangi dengan cahayanya

Perjalanan ini tak kan sepi dengan godaan ,gangguan dan cobaan

Haruskah aku jadi sebatang kayu hanyut

Terombang-ambing gelombang hanya diam saja

Di akhir ujung timur nanti aku berhenti

Dengan seribu kemenangan di depan mata

Awal dan akhir bukan milikku

Aku hanya pelaksana ketentuan awal dan akhir

Oleh : Ahmad Sholihul

Jepara 7 September 2005

DOSA- DOSA KECIL

Laju jatungku bergetar keras

Laksana sungai yang luap karena banjir

Terus dan terus sampai tak terbendung lagi

Akhirnya kesalahan itu terulang lagi

Satu kali , dua kali sampai seribu kali

Mengapa harus memilih jalan yang salah

Sadarkah dengan semua itu

Kesadaran sesaat adalah penyesalan tiada guna

Hanya termenung demi merangkai sebuah penyesalan

Hanya daya tanpa usaha merubahnya

Takdirkah menjadi manusia tak berguna

Melihat semua orang berkarya aku hanya diam saja

Melihat semua orang berprestasi aku hanya memandangi

Tahukah aku apa yang harus di lakukan

Jangan sampai kesalahan yang sama terulang kembali

Oleh : Ahmad Sholihul

Jepara 1- Februari 2004

EMBUN PURNAMA

Kala ku terjaga pada senja subuh

Setitik embun dingin jatuh di jantungku

Membawa sejuk menusuk tulang

Kupaling pada bunga yang merekah indah

Aku melihat cahaya berkilauan

Semilir angina meraba jiwaku yang kosong

Memperdengarkan senyum bidadari purnama

Cahaya kerlip berjajar pada angkas malam

Membawaku melampaui gunung tertinggi

Menuju bulan keemasan

Kan ku temukan dirimu disana

Oleh :Ahmad Sholihul

Jepara 3 januari 2006

MENCARI DUNIA BARU

Dua hari yang lalu aku menuju suatu tempat

Dengan membawa perasaan gembira

Kubayangkan semua hal menyenangkan

Disana aku mulai menyesuaikan perasaanku

Hari pertama kulalui dengan perasaan bertanya-tanya

Mengapa aku harus disini di tempat ini

Sudah siapkah aku dengan perubahan…..

Hari kedua kulalui dengan perasaan kengen yang menghantui

Saat –saat kulalui tanpa komunikasi

Hanya diam dan diam saja…..

Hari demi hari semakin membuatku sadar

Ini adalah cobaan bagi seseorang dalam usahanya

Semakin mengerti tentang hal baru ..

Yang tertinggal hanyalah pertanyaan

Apakah aku mampu?

Masalah demi masalah kuhadapi

Apakah aku bisa?

Melalukan semua itu sendiri

Mungkinkan itu?

Walau yang tersisa hanya tekat

Tetap tegar dan selalu minta perlindunganNYA

Oleh : Ahmad Sholihul

Ungaran 23 Maret 2004

PENTING DAN GENTING

Sudah saatnya aku tinggalkan naungan awan

Tak sadar sudah musim berganti mengganti hidupku

Musim pancaroba membuat bingung dalam ketidakpastian

Musim hujan telah tiba dan aku berlindung dimana

Lampu merah sudah menyala dalam dadaku

Pertanda waktu sudah habis dalam naungan awan

Mendesak dan harus mencari naungan baru

Bersama burung –burung musim aku mulai mencari

Dunia baru yang kuidam-idam kan

Ingin rasanya ku sewa payung kehidupan

Rasanya aku belum mampu

Hanya berharap pada keajaiban

Oleh : Ahmad Sholihul

Ungaran 2 Febuari 2006

SUARA KEMENANGAN

Dihari ini aku menanti datangnya pagi

Setiap detik aku menanti kedatangannya

Di hari itulah aku berjanji dengan sepenuh hati

Tidak akan ku ulangi kesalah terdahulu

Yang ku ingat hanyalah mengagungkan namaNYA

Memperbanyak takbir mengagungkan kebesarannya

Tak lupa saling mengucapkan maaf tujuan utama

Tak ada rasa benci ,dengki dan kesombongan

Yang ada hanyalah rasa maaf dan kasih saying

Maaf nan tulus setulus kumandang takbir

Kini hari kemenangan sudah depan mata

Hari nan fitri yang membawa berkah

Berkah bagi mahluk yang tercipta di dunia

Segenap umat bersorak menyambut kedatangnnya

Diiringan kumandang takbir nan menggema di telinga

Setelah satu bulan melaksanakan kewajiban atasNYA

Sebagai ciri mukmin yang bertqwa padaNYA

Oleh : Ahmad sholihul

Jepara 11 November 2005

TERSERAH HARI INI ( Aphatis )

Dalam keadaan ku saat ini aku nantikan itu

Kucoba datangkan pagi lebih awal dari suara itu

Mengharapkan sesuatu terjadi sesuai dengan ini

Hari ini terjadi aku begini terserah hari ini

Apapun terucap dan terungkap itulah hari ini

Perbendaraan hati masih cukup melewati semua itu

Entah baik atau buruk….

Hanya orang lain berhak nenilai aku hari ini

Perbendaraan hati masih cukup melewati semua itu

Termenung dan rapuh untuk kesekian kali..

Sudah janji tak terpenuhi masihkah bergerak terus

Panas dingin hari ini adalah keadaan

Tanpa daya dan kuasa merubah sendiri

Tanpa seijin dan ketentuanNYA

Sesuai ketentuan hari ini

Oleh : Ahmad Sholihul

Jepara 31 Agustus 2004

WAKTU KOSONG

Hamparan benda-benda di dapanku serasa tak ada guna

Tak ada cakap dan perbincangan

Semua bersandar pada dunianya masing-masing

Aku tunggal dalam kotak penantian

Sambut hari demi hari dengan nafas menengadah

Seruan hati ini tak terdengar di telinga

Butir-butir keluhan terucap sering kali

Dalam kekosongan hidup dan tingga diam

Waktu terasa lama dan enggan bergerak

Lama-lama jenuh menanti waktu

Semoga cahaya bulan dan binatang menemaniku

Sebagai pelipur lara dan teman berbagi

Dalam mengisi kekosongan ini……..

Oleh : Ahmad Sholihul

Ungaran 6 Agustus 2005

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.